Senin, 25 April 2011

mistery

10 Misteri Kejadian Aneh yang Menghebohkan Dunia Sepanjang Sejarah

Visited 1509 times, 8 so far today




1. Kutukan Mobil James Dean


Pada bulan September 1955, James Dean tewas dalam kecelakaan mobil yang mengerikan saat ia mengemudikan mobil Porche sportnya. Sesudah itu, mobilnya tampaknya menjadi mobil pembawa sial. Saat mobilnya diderek dari tempat terjadinya kecelakaan dan dibawa ke garasi, mesinnya copot dan jatuh mengenai mekaniknya, dan menghancurkan kedua kakinya. Akhirnya mesinnya dibeli oleh seorang doctor, yang memasangnya di mobil balapnya dan tewas setelah itu, saat dia balapan. Pembalap lain, di balapan yang sama, tewas di mobilnya, yang dipasangi poros kardan milik James Dean. Tempat dimana porche milik James Dean diperbaiki, yaitu sebuah garasi, rusak terbakar habis. Kemudian mobil itu dipamerkan di Scramento, namun tiba-tiba rusak berantakan dan melukai pinggul seorang remaja. Di Oregon, trailer dimana mobil itu diperbaiki terselip dan menghantam sebuah toko. Akhirnya, tahun 1959, secara misterius mobil itu rusak berantakan menjadi 11 bagian.


2. Bayi jatuh, diselamatkan dua kali oleh orang yang sama.

Di Detroit tahun 1930-an, ibu muda (yang sangat sembrono) harus berterima kasih sebesar-besarnya pada pria bernama Joseph Figlock. Saat Figlock sedang jalan-jalan, bayi ibu muda tersebut jatuh dari jendela dari lantai atas dan mengenai Figlock. Keduanya tidak terluka dan selamat. Tapi setahun setelah itu, bayi yang sama jatuh dari jendela yang sama, dan kebetulan sekali pria yang sama berjalan di bawahnya, dan lagi keduanya selamat.


3. Peluru yang sampai ke target setelah bertahun-tahun.

Henry Ziegland mengira dia pintar menghindar. Tahun 1883, dia putus dengan pacarnya, yang kemudian sangat stress dan bunuh diri. Kakak laki-laki pacarnya sangat marah, kemudian mendatangi Ziegland dan menembaknya. Setelah yakin dia sudah membunuh Ziegland, dia mengarahkan pistol ke dirinya sendiri dan bunuh diri. Kenyataanya, Ziegland hanya tergores sedikit di wajah dan pelurunya nyasar dan nyantol di pohon. Tentu saja Ziegland merasa sangat beruntung. Bertahun-tahun kemudian dia memutuskan untuk menebang pohon itu, dengan peluru yang masih nyantol. Karena merasa pohon itu susah ditebang dia memutuskan untuk meledakkannya dengan memakai dinamit, Sial sekali, ledakannya membuat peluru itu mengenai kepalanya, dan dia tewas seketika.


4. Pria Kembar, yang hidupnya kembar.

Cerita mengenai kembar identik yang hidupnya hampir identik memang mengejutkan, tapi mungkin tidak ada yang lebih mencengangkan dari yang satu ini. Cerita dari saudara kembar yang berasal dari Ohio, yang dipisahkan sejak lahir, dan diadopsi oleh keluarga yang berbeda. Tidak mengenal satu sama lain, kedua keluarga menamai mereka dengan nama yang sama, James. Inilah awal dari kebetulan-kebetulan itu. Kedua James tumbuh tanpa mengenal satu sama lain, namun keduanya sama-sama pernah menjalani pelatihan pelaksana-hukum, tertarik pada mechanical drawing dan pertukangan, dan menikahi wanita dengan nama Linda. Keduanya memiliki anak laki-laki yang diberi nama James Alan. Keduanya juga menceraikan istrinya dan menikahi wanita lain, keduanya memiliki nama Betty. Dan keduanya memiliki anjing dengan nama Toy. 40 tahun setelah terpisah, kedua pria ini berkumpul kembali dan berbagi kehidupan mereka yang kembar.


5. Persis seperti bukunya Edgar Allan Poe.

Pada abad ke 19, penulis cerita horor terkenal, Egdar Allan Poe, menulis sebuah buku berjudul ‘The narrative of Arthur Gordon Pym’. Ceritanya mengenai 4 survivors dari kecelakaan kapal yang terdampar berhari-hari di tengah laut sebelum memutuskan untuk membunuh dan memakan awak kabin bernama Richard Parker. Bertahun-tahun setelah itu, Tahun 1884, kapal layar Mignonette, tenggelam, dengan hanya 4 orang selamat, dan berhari-hari terdampar, akhirnya 3 senior dari kru memutuskan membunuh dan memakan awak kabinnya. Nama awak kabin itu adalah Richard Parker.


6. Twin brothers, terbunuh di jalan yang sama, selisih 1 jam.

Tahun 2002, Saudara kembar berusia 70-an, tewas dengan selisih jam satu dengan lainnya pada kecelakaan yang berlainan di jalan yang sama di Finlandia selatan. Yang pertama tewas ketika ditabrak lari saat mengendarai sepedanya di Raahe, jarak 600 Km ke selatan dari ibukota, Helsinki. Hanya berjarak 1,5 km dari kejadian dimana saudaranya tewas. “Ini adalah kebetulan yang bersejarah, meskipun jalannya terkenal sibuk, tapi kecelakaan jarang terjadi di sini”, police officer Marja-Leena Huhtala mengatakan pada Reuters. Hal ini sampai membuat bulu kuduk berdiri waktu mengetahui bahwa ternyata keduanya adalah saudara.


7. 3 Percobaan Bunuh Diri, Digagalkan Monk yang Sama.

Joseph Aigner pelukis cukup ternama pada abad ke 19 di Austria, tampaknya adalah orang yang tidak bahagia. Dia beberapa kali mencoba bunuh diri. Percobaan pertama pada usia 18 saat dia mencoba menggantung diri, tapi digagalkan oleh kemunculan misterius seorang Capuchin monk. Pada usia 22 dia mencoba menggantung diri lagi, tapi lagi-lagi diselamatkan oleh monk yang sama. 8 Tahun kemudian dia dibawa ke tiang gantungan karena aktifitas politiknya. Sekali lagi dia diselamatkan oleh monk yang sama. Di usia 68, Aiger akhirnya sukses melakukan bunuh diri dengan memakai pistol. Acara pemakamannya dipimpin oleh monk yang sama, pria yang namanya tidak pernah diketahui oleh Aiger.


8. Kemenangan Poker, tak disangka-sangka anaknya sendiri.

Tahun 1858, Robert Fallon ditembak mati, aksi balas dendam dari mereka yang bermain poker dengannya. Fallon dituduh memenangkan $600 pot dengan bermain curang. Dengan kursi Faloon sekarang kosong dan tidak ada pemain lain yang berkeinginan menggantikannya, akhirnya mereka menemukan pemain baru untuk menggantikan Fallon. Saat polisi tiba untuk melakukan investigasi, pemain baru tersebut sudah melipatgandakan uang Fallon menjadi $2.200. Polisi meminta $600 milik Fallon untuk diberikan ke kerabat dekat Fallon, hanya saja ternyata pemain baru itu adalah anak laki-laki Fallon yang tidak pernah bertemu ayahnya sejak 7 tahun.

9. Novel yang tidak disangka-sangka menggambarkan tetangga yang menjadi mata-mata.

Saat Norman Mailer memulai novelnya Barbary Shore, sama sekali tidak ada rencana bahwa mata-mata Rusia yang menjadi karakter. Saat dia menggarapnya, dia memperkenalkan mata-mata Rusia ini sebagai karakter minor. Selama pekerjaan berlanjut, mata-mata ini menjadi karakter dominan di novel. Setelah novelnya selesai, petugas Imigrasi U.S menahan pria yang tinggal satu lantai di atas apartemen Mailer. Dia adalah kolonel Rudolf Abel, dipercaya sebagai mata-mata Rusia kelas satu saat itu.

10. Mark Twain dan komet Halley.


Mark Twain lahir saat penampakan komet Halley tahun 1835, dan meninggal di penampakan komet Halley berikutnya 1910. Dia sendiri memprediksinya tahun 1909 saat dia berkata “Aku datang dengan komet Halley tahun 1835. Tahun depan komet ini datang lagi, dan aku berharap bisa pergi dengannya”.

sumber http://semua-nyata.blogspot.com/2010/08/misteri-kejadian-aneh-yang-menghebohkan.html

journal resume

RESUME JURNAL TAHUN 2010
TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN DALAM
PENGENDALIAN PENYAKIT
BUSUK BATANG VANILI
Vanili (Vanilla planifolia Andrews) merupakan salah satu tanaman rempah yang dibudidayakan di Negara-negara beriklim tropis seperti Indonesia. Tanaman ini dikenal luas di dunia sebagai bahan pemberi aroma atau esence pada makanan, minuman, kue, es krim, obat-obatan, dan juga sebagai bahan baku parfum. Ekstrak vanili telah digunakan secara luas sebagai pengharum pada kopi, teh, susu, dan lain-lain. Di Indonesia, Vanili sangat terkenal dengan nama dagang Java Vanilla Beans karena mempunyai kualitas terbaik dengan kadar vanilin 2,75%.
Namun, terdapat beberapa kendala pengembangan tanaman vanili di Indonesia. Kendala dalam pengembangan tanaman vanili di Indonesia antara lain adalah harga yang tidak stabil, gangguan penyakit, dan kualitas produk yang rendah. Penyakit busuk batang vanili (BBV) merupakan penyakit utama dan menjadi salah satu kendala dalam sistem produksi vanili di Indonesia sejak 1960. Penyakit BBV telah merusak tanaman vanili di sentra produksi sehingga menimbulkan kerugian miliaran rupiah setiap tahun. Kerugian yang ditimbulkan oleh BBV pada tahun 1991 diperkirakan mencapai Rp32 miliar. Penyakit BBV disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum f.sp. vanillae (Fov). Penyakit ini mampu merusak seluruh bagian tanaman pada semua fase pertumbuhan, dan memproduksi klamidospora yang dapat bertahan di dalam tanah selama 7-10 tahun. Patogen ini terutama menular melalui setek yang digunakan sebagai sumber bahan tanaman. Setek vanili yang digunakan petani saat ini berisiko terinfeksi patogen penyakit BBV antara 7-32%.
Dalam era globalisasi saat ini, konsumen menghendaki produk pertanian yang bebas dari residu bahan kimia yang berbahaya. Oleh karena itu, untuk mengendalikan penyakit BBV perlu dikembangkan teknologi ramah lingkungan dengan komponen berupa benih sehat, agens pengendali hayati (APH), fungisida nabati, dan pupuk organik. Satu paket teknologi ramah lingkungan pengendalian penyakit BBV telah ditemukan. Paket teknologi tersebut mengandalkan mikroba penginduksi, biopestisida, bibit sehat, fungisida nabati, dan bahan organik, yang diperkenalkan sebagai teknologi BioFOB. Untuk mengatasi permasalahan penyakit BBV, penelitian diarahkan untuk mendapatkan APH, setek bebas BBV, pestisida nabati, teknologi budi daya yang sejalan dengan good agricultural practices (GAP), fungisida kimia, varietas tahan, dan pupuk bioorganik. Beberapa metode pengendalian penyakit BBV pada tanaman Vanili adalah sebagai berikut.

AGEN PENGENDALI HAYATI
Melalui penelitian dan eksplorasi, telh berhasil ditemukan beberapa spesies jamur dan bakteri yang berpotensi untuk mengendalikan BBV. Mikroorganisme tersebut antara lain adalah Fo-NP, P. florescens, B. pantotkenticus, B. firmus, T. viride, T. harzianum, dan T. lactae. Tiga spesies yang memberikan hasil cukup baik dan berpotensi dikembangkan, yaitu Fo-NP, B. pantotkenticus, dan T. lactae. Fo-NP diisolasi dari vanili sehat dan beberapa strain telah diuji dan teridentifikasi bahwa strain F10AM dapat menginduksi ketahanan bibit vanili terhadap BBV. Teknik induksi telah dikembangkan untuk memperoleh bibit bebas dan toleran BBV. B. pantotkenticus dan T. lactae telah dikemas dalam formula BioTRIBA dan siap dipakai di lapangan.

PESTISIDA NABATI
Untuk mendapatkan teknologi pestisida nabati dalam pengendalian penyakit BBV, telah dieksplorasi ekstrak beberapa jenis tanaman dan diteliti efektivitasnya secara in vitro terhadap pathogen BBV, seperti mimba, bawang putih, sirih, pinang, kayu manis, serai, temulawak, dan cengkih. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun, bunga, dan gagang cengkih bersifat fungisidal terhadap patogen BBV dibandingkan dengan ekstrak tanaman uji lainnya. Identifikasi bahan aktif dengan TLC dan GS MS menunjukkan bahwa eugenol merupakan komponen utama dalam minyak cengkih yang bersifat fungisidal terhadap BBV. Senyawa tersebut juga bersifat fungisidal terhadap beberapa jamur patogenik, seperti Fusarium solani, Phythopthora capsici, Sclerotium rolfsii, Rigidoporus lignosus, Colletotrichum, Pseudomonas solanacearum, dan nematoda Penggunaan tepung daun, bunga, dan gagang cengkih pada kebun vanili dapat menekan intensitas penularan penyakit BBV.

BAHAN ORGANIK
Bahan organik merupakan komponen penting dalam budi daya tanaman karena dapat memperbaiki sifat biologi, kimia, dan fisik tanah. Sifat biologi tanah antara lain dapat meningkatkan populasi mikroorganisme berguna seperti APH, dan mengandung senyawa antibiosis yang menghambat perkembangan pathogen. Penelitian menunjukkan bahwa arang sekam padi, limbah daun dan bunga cengkih, kotoran sapi, dan kotoran kambing dapat digunakan dalam budi daya vanili karena dapat menurunkan populasi patogen penyakit BBV. Aplikasi arang sekam padi pada areal endemis dapat menekan penularan BBV sampai 66,6% dan aplikasi tepung daun cengkih menurunkan serangan BBV 50- 70%. Limbah daun cengkih dan arang sekam padi dapat meningkatkan bobot basah/ kering dan tinggi tanaman vanili sebesar 30-40%.

POLA TANAM
Patogen penyakit BBV mempunyai inang yang spesifik, yakni hanya menginfeksi tanaman vanili. Pengembangan pola tanam campuran atau rotasi berpeluang menurunkan populasi patogen dalam tanah. Rotasi dapat memutus siklus hidup patogen, meningkatkan populasi APH dan tanah, serta dapat menekan perkembangan pathogen. Beberapa tanaman telah diuji dan menunjukkan bahwa bawang-bawangan dan jagung berpeluang digunakan sebagai tanaman rotasi untuk menurunkan populasi patogen penyakit BBV. Telah dipublikasikan bahwa rizosfera bawang-bawangan mengandung banyak APH, seperti P. flourescens. Kombinasi APH seperti P. flourescens dan tanaman bawang efektif menurunkan populasi pathogen BBV.

VARIETAS
Kesulitan untuk mendapatkan varietas tahan BBV disebabkan oleh sempitnya keragaman genetik tanaman vanili. Oleh karena itu, seleksi melalui kultur in vitro merupakan alternatif yang dipilih. Melalui seleksi in vitro menggunakan filtrat kultur isolat F. oxysporum f.sp. vanillae dan asam fusarat telah ditemukan beberapa nomor vanili yang tahan terhadap patogen BBV. Dalam beberapa tahun terakhir, telah diuji sifat toleransi atau ketahanan beberapa nomor hasil uji terhadap penyakit BBV. Pengujian in vitro memperoleh sembilan nomor hibrida, 34 nomor somaklon, dan empat mutan di daerah endemis BBV di Sumedang, Jawa Barat. Namun, sampai saat ini belum ada varietas unggul vanili tahan BBV yang dilepas. Pada tahun 2008 telah dilepas varietas unggul lokal Bali dengan nama Vania 2. Varietas ini mempunyai keunggulan produktivitas tinggi dan agak toleran penyakit BBV.

PAKET TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN PENGENDALIAN PENYAKIT BBV

Penelitian yang dilakukan selama beberapa tahun untuk mengatasi penyakit BBV di Indonesia telah menghasilkan empat komponen teknologi ramah lingkungan. Teknologi tersebut dirakit dalam satu paket dan diperkenalkan dengan nama paket teknologi BioFOB. Paket teknologi ini sudah siap pakai dan dapat diproduksi dalam skala komersial, terdiri atas empat komponen yaitu:
(1) bibit vanili BioFOB,
(2) formula APH yang disebut BioTRIBA,
(3) fungisida nabati Mitol 20EC, dan
(4) pupuk organik OrganoTRIBA dan turunannya.
Paket teknologi BioFOB mulai diperkenalkan kepada petani vanili sejak tahun 2001 dan mendapat respons yang cukup baik dari petani, Dinas Perkebunan, dan swasta.

Bibit Diinduksi dengan Fo-NP (Vanili BioFOB) / Bibit Vanili BioFOB

Salah satu cara pengendalian penyakit BBV adalah menggunakan bibit bebas BBV. Teknik yang digunakan di lapangan sampai saat ini adalah teknik induksi dengan Fo-NP. Teknik ini dapat menghasilkan bibit vanili bebas dan toleran BBV. Teknik induksi bibit merupakan salah satu cara untuk mengurangi penggunaan pestisida sintetis. Teknologi ini juga sudah dikomersialkan melalui mitra Balittro dan dapat menginduksi ketahanan tanaman dengan menstimulasi produksi beberapa enzim, antara lain ß-1,4- glukosidase, kitinase, dan ß-1-3-glukonas.

Formula APH (BioTRIBA)

Dari berbagai penelitian dan analisis, B. pantotkenticus strain J2 dan T. lactae strain JM2 berpotensi mengendalikan BBV. Kedua spesies APH tersebut berhasil dibuat formulanya sehingga untuk tujuan komersial sudah dapat diproduksi secara massal dalam skala industri kecil. Formula diperkenalkan dengan nama BioTRIBA dan telah didaftarkan patennya di Ditjen HKI dengan nomor P.00200600160.

Formula Fungisida Nabati Cengkih (Mitol 20EC)

Hasil pengkajian menunjukkan bahwa eugenol yang terdapat dalam daun dan bunga cengkih dapat mematikan patogen BBV pada konsentrasi 300 ppm. Aplikasi di lapangan secara langsung dengan menggunakan serasah daun atau dalam bentuk tepung dapat menekan populasi patogen BBV dalam tanah sebesar 70-79%, mencegah penularan penyakit BBV 50-94%, dan meningkatkan pertumbuhan tanaman vanili 37,5%. Untuk aplikasi dalam skala luas dengan bahan aktif eugenol yang konstan, telah dibuat formula dalam bentuk tepung dan cair. Salah satu formula dalam bentuk cair adalah Mitol 20EC dengan bahan aktif eugenol. Formula tersebut telah memperoleh sertifikat merek dan digunakan untuk mengendalikan penyakit BBV.

Formula Bahan Organik (OrganoTRIBA)

Formula bahan organik OrganoTRIBA terdiri atas limbah kotoran sapi, arang sekam, cocopit, serta limbah produk cengkih yang diproses dengan teknik fermentasi menggunakan B. pantotkenticus dan T. lactae. Produk juga diperkaya beberapa mikroorganisme berguna, antara lain B. pantotkenticus, T. lactae, B. firmus, dan P. flourescens. Di samping sebagai sumber nutrisi, bahan organik ini juga mengandung APH yang dapat mengendalikan patogen tanah. Dengan demikian, ekstrak OrganoTRIBA dan turunannya dapat berfungsi sebagai fungisida organik.

Selasa, 22 Maret 2011

KEMAMPUAN MENTAL YANG DILANDASI AGAMA

Ada kalanya kesuksesan seorang wirausaha membutuhkan waktu yang cukup lama. Kegiatan berwirausaha itu sendiri bukanlah kegiatan yang mudah seperti yang terlihat dan dibayangkan. Tidak sedikit onak duri dan ranjau yang ditempuh dalam melakukan kegiatan wirausaha. Cobaan dan halangan tidak sedikit pula menguji kesabaran dan ketegaran dalam melakukan usaha ini. Untuk mencapai kesuksesan dalam berwirausaha itu sendiri bukan merupakan hal yang mudah di capai hanya dalam waktu dekat. Dibutuhkan kesabaran dan ketekadan yang kuat dan ekstra besar. Setelah mencapai kesuksesan wirausaha itu sendiri juga, tak sedikit rintang dan cobaan menghalangi dan menguji ketegaran kita terhadap yang kita jalani. Perjalanan kesuksesan dalam berwirausaha sendiri adakalanya mengalami siklus naik-turun. Pada saat kehidupan wirausaha pada kondisi sulit kekuatan mental yang dilandasi keyakinan dan agama sangat diperlukan guna menghadapi tekanan kesulitan. Kekuatan mental yang dilandasi dengan agama akan memberikan kita pikiran yang lebih jernih dan lebih bijak dalam menghadapi segala masalah yang menguji dan menerpa dalam menjalani kegiatan berwirausaha atau entrepreneurship. Melalui mental yang dilandasi dengan agama kita akan lebih bijak dan sabar dalam menghandlle masalah yang kita hadapi dalam berwirausaha. Kemampuan mental yang dilandasi dengan agama mampu mendidik kita menjadi seorang wirausaha yang memiliki kepribadian yang bagus. Dengan mental ini, seorang wirausaha yang mempunyai landasan agama yang baik akan penuh kesabaran dan ketawakalan dalam menghadapi masalah yang timbul. Dia juga akan berfikir positif terhadap apa yang dialaminya dan mencoba mencari jalan penyelesaiannya secara sehat dan baik.
BY : ADHEY

HARTAKAH SIMBOL KEBAHAGIAAN ITU?

HARTA, merupakan sebuah kata yang terlalu besar maknanya bagi penikmat dunia. Harta merupakan hal yang segala-galanya bagi yang telah buta mata hatinya. Harta merupakan sesuatu yang dapat merubah persahabatan menjadi permusuhan, merubah kekeluargaan menjadi kehancuran, merubah ketentraman menjadi keonaran. Semua itu dapat berubah dan terjadi dalam proses mendapatkan harta. Adakah orang mencari harta untuk saat ini benar-benar di jalan yang lurus? Memang ada, akan tetapi berapa besarkah persentase orang yang mencari harta secara benar bila dibandingkan dengan yang mencari harta dengan jalan tidak benar? Mungkin hanya 15% banding 85%. Begitu sedikit bukan? Inilah memang kenyataan dan fakta yang ada di negeri kita ini. Tak perlu heran atau malu untuk mengakuinya, karena negeri kita ini memang sudah popular dengan segala tindakan pencarian harta di jalan yang tidak benar. Negeri kita ini terlalu tenar dengan kegiatan KORUPSI. Kegiatan korupsi di negeri tercinta ini berkembang secepat bakteri, tumbuh sebanyak jamur yang tersiram hujan, dan tersebar secara diam-diam, namun mematikan seperti virus. Korupsi merupakan sesuatu yang sangat menghancurkan jati diri bangsa, akan tetapi mengapa korupsi belum bisa di atasi secara efektif dan akurat? Belum ada undang-undang hokum yang tegas berlaku bagi para pelaku korupsi. Atau memang sudah ada undang-undang itu, namun aparat keamanan yang belum bertindak secara nyata dalam mengatasi masalah ini? Bayangkan saja, pelaku korupsi bisa menikmati kemewahan di balik jeruji besinya dengan segala fasilitas yang ada. Gila, di balik jeruji besi bukan terdapat hukuman malainkan surga. Masa di penjara terdapat sauna, pelayan, peralatan elektronik dan lain sebagainya. Apakah ini yang namanya hukuman? Lemah sekali hukuman di negeri ini. Banyak kasus korupsi yang bisa kita ambil sebagai contoh lemahnya hukum di negeri tercinta ini. Akankah negeri kita terus seperti ini? Jika memang yang dipermasalahkan adalah HARTA? Lalu buat apa harta yang haram tersebut? Apakah pencarian harta seperti itu mampu menghasilkan kebahagiaan? Jika iya, apakah kebahagiaan yang didapat bersifat hakiki? Jika memang iya harta yang tidak wajar tersebut mampu memberikan kebahagiaan, seberapa besarkah bahagia yang hanya dilandasi harta? Akankah ia berkekalan? Jawabnya tidak…
By : ADHEY’S

Minggu, 20 Maret 2011

bersedihlah bila....

Bersedihlah Bila…

Frustasi merupakan akibat dari dorongan hati yang tak kesampaian; atau dorongan hati yang diupayakan tetapi tidak berhasil mencapai tujuan yang diinginkan. Misalnya, kita ingin meraih prestasi sebagai juara kelas, tapi setelah usaha keras ternyata hasil ujian tidaklah memuaskan, saat itu frustasi muncul. Rasa frustasi muncul bukan dari kenyataan behwa kita tidak bisa meraih juara kelas, melainkan dari terhambatnya keinginan.
Apakah cirri-ciri frustasi ? “ Aku menginginkan hal yang kuinginkan saat aku menginginkannya : apabila tidak berhasil mendapatkannya, aku merasa frustasi. Namun, apabila kita tidak menuntut hal itu harus terlaksana pada saat itu juga, rasa frustasi itu bisa berkurang dan tujuan masih akan tetap dapat diraih meskipun memerlukan waktu yang lama ."Ketika kita sedang menunggu hasil ujian, kita kerap frustasi. Begitu pun pada saat kita menunggu makanan yang terlambat dating padahal sudah dipesan dua jam lalu atau pada saat teman membatalkan janji secara mendadak.

Jumat, 11 Maret 2011

manfaat silikon dalam elektronika

SILIKON DALAM ELEKTRONIKA


I. PENDAHULUAN

A. Sejarah Silikon
(Latin, silex, silicis, flint). Davy pada tahun 1800 menganggap silika sebagai senyawa ketimbang suatu unsur. Sebelas tahun kemudian pada tahun 1811, Gay Lussac dan Thenard mungkin mempersiapkan amorphous sillikon tidak murni dengan cara memanaskan kalium dengan silikon tetrafluorida.

Pada tahun 1824 Berzelius, yang dianggap sebagai penemu pertama silikon, mempersiapkan amorphous silikon dengan metode yang sama dan kemudian memurnikannya dengan membuang fluosilika dengan membersihkannya berulang kali. Deville pada tahun 1854 pertama kali mempersiapkan silikon kristal, bentuk alotropik kedua unsur ini.


B. Pengertian Silikon
Silikon adalah unsur yang paling melimpah kedua di kerak bumi setelah oksigen. Sebagian besar silikon ada sebagai komponen batu silikat dan unsur bebasnya tidak ditemukan di alam. Oleh karena itu, silikon dihasilkan dengan mereduksi kuarsa dan pasir dengan karbon berkualitas tinggi dengan menggunakan tungku listrik. Silikon dengan kemurnian tinggi dihasilkan dengan reduksi SiHCl3 dengan menggunakan hidrogen. SiHCl3 dihasilkan dengan melakukan hidrokhlorasi silikon berkemurnian rendah diikuti dengan pemurnian.
Silikon merupakan polimer nonorganik yang bervariasi, dari cairan, gel, karet, hingga sejenis plastik keras. Beberapa karakteristik khusus silikon: tak berbau, tak berwarna, kedap air, serta tak rusak akibat bahan kimia dan proses oksidasi, tahan dalam suhu tinggi, serta tidak dapat menghantarkan listrik.

Silikon yang digunakan untuk semikonduktor dimurnikan lebih lanjut dengan metoda pelelehan berzona kristal Czochralski. Kristal silikon (mp 1410o C) memiliki kilap logam dan mengkristal dengan struktur intan.
Ada tiga isotop silikon, 28Si (92.23%), 29Si (4.67%), dan 30Si (3.10%). Sebab spin intinya I = 1/2, 29Si digunakan dalam studi NMR senyawa silikon organik atau silikat (NMR padatan).
Silikat dan senyawa organosilikon menunjukkan variasi struktur. Kimia organosilikon merupakan area riset dalam kima anorganik yang sangat aktif. Kimia silikon berkembang dengan pesat sejak perkembangan proses industri untuk menghasilkan senyawa organosilikon dengan reaksi langsung metil khlorida CH3Cl dengan kehadiran katalis tembaga. Proses historis ini ditemukan oleh E. G. Rochow tahun 1945. Resin silikon, karet silikon, dan minyak silikon digunakan di banyak aplikasi. Akhir-akhir ini, senyawa silikon telah digunakan dengan meluas dalam sintesis organik selektif.
Walaupun silikon adalah unsur tetangga karbon, sifat kimianya sangat berbeda. Contoh yang sangat terkenal kontras adalah antara silikon dioksida SiO2 dengan struktur 3-dimensi, dan gas karbon dioksida, CO2. Senyawa pertama dengan ikatan ganda silikon-silikon adalah (Mes)2Si=Si(Mes)2 (Mes adalah mesitil C6H2(CH3)3) dilaporkan tahun 1981, kontras dengan ikatan rangkap karbon-karbon yang sangat banyak dijumpai. Senyawa seperti ini digunakan untuk menstabilkan ikatan yang tidak stabil dengan substituen yang meruah (kestabilan kinetik).
14 aluminium ← silikon → fosfor

C

Si

Ge

Tabel periodik




Informasi umum
Nama, lambang, nomor atom
silikon, Si, 14
Deret kimia
metaloid

Golongan, periode, blok
14, 3, p

Penampilan
Sebagai lempengan: kristal
dengan permukaan sedikit
biru gelap dan mengkilap


Berat atom standar
28,0855(3) g•mol−1

Konfigurasi elektron
[Ne] 3s2 3p2

Elektron per kelopak
2, 8, 4
Sifat fisika
Fase
solid

Densitas
(mendekati suhu kamar)
2,33 g•cm−3

Densitas cairan
pada titik didih
2,57 g•cm−3
Titik leleh
1687 K
(1420 °C, 2577 °F)

Titik didih
3538 K
(2355 °C, 5909 °F)

Bahang beku
50,21 kJ•mol−1

Bahang penguapan
359 kJ•mol−1

Kapasitas bahang
(25 °C) 19,789 J•mol−1•K−1
Tekanan uap

P/Pa 1 10 100 1 k 10 k 100 k
pada T/K 1908 2102 2339 2636 3021 3537

Sifat atom
Struktur kristal
Kubus intan

Bilangan oksidasi
4, 3 [1], 2 [2], 1 [3]
(oksida amfoter)

Elektronegativitas
1.90 (Skala Pauling)
Energi ionisasi
(lebih lanjut)
1st: 786,5 kJ•mol−1

2nd: 1577,1 kJ•mol−1
3rd: 3231,6 kJ•mol−1
Ruji atom
117,6 pm

Ruji atom (perhitungan) 111 pm

Ruji kovalen
111 pm

Ruji Van Der Waals
210 pm

Informasi Lain
Pembenahan magnetik
Nonmagnetic
Konduktivitas termal
(300 K) 149 W•m−1•K−1
Ekspansi termal
(25 °C) 2,6 µm•m−1•K−1
Kecepatan suara (thin rod)
(20 °C) 8433 m/s

Modulus Young
150 GPa
Modulus limbak
100 GPa
Kekerasan Mohs
7
Nomor CAS
7440-21-3
Sela pita energy at 300 K
1,12 eV

Isotop tertentu
Artikel utama: Isotop dari silikon

iso
NA
Umur paruh
DM
DE (MeV)
DP

28Si 92,23% Si stabil dengan 14 neutron

29Si 4,67% Si stabil dengan 15 neutron

30Si 3,1% Si stabil dengan 16 neutron

32Si syn
170 tahun
β-
13,020 32P





C. Sumber Silikon
Silikon terdapat di matahari dan bintang-bintang dan merupakan komponen utama satu kelas bahan meteor yang dikenal sebagai aerolites. Ia juga merupakan komponen tektites, gelas alami yang tidak diketahui asalnya.
Silikon membentuk 25.7% kerak bumi dalam jumlah berat, dan merupakan unsur terbanyak kedua, setelah oksigen. Silikon tidak ditemukan bebas di alam, tetapi muncul sebagian besar sebagai oksida dan sebagai silikat. Pasir, quartz, batu kristal, amethyst, agate, flint, jasper dan opal adalah beberapa macam bentuk silikon oksida. Granit, hornblende, asbestos, feldspar, tanah liat, mica, dsb merupakan contoh beberapa mineral silikat.
Silikon dipersiapkan secara komersil dengan memanaskan silika dan karbon di dalam tungku pemanas listrik, dengan menggunakan elektroda karbon. Beberapa metoda lainnya dapat digunakan untuk mempersiapkan unsur ini. Amorphous silikon dapat dipersiapkan sebagai bubuk cokelat yang dapat dicairkan atau diuapkan. Proses Czochralski biasanya digunakan untuk memproduksi kristal-kristal silikon yang digunakan untuk peralatan semikonduktor. Silikon super murni dapat dipersiapkan dengan cara dekomposisi termal triklorosilan ultra murni dalam atmosfir hidrogen dan dengan proses vacuum float zone.


D. Sifat-Sifat

Silikon kristalin memiliki tampak kelogaman dan berwarna abu-abu. Silikon merupakan unsur yang tidak reaktif secara kimia (inert), tetapi dapat terserang oleh halogen dan alkali. Kebanyakan asam, kecuali hidrofluorik tidak memiliki pengaruh pada silikon. Unsur silikon mentransmisi lebih dari 95% gelombang cahaya infra merah, dari 1,3 sampai 6 mikrometer.


II. MANFAAT SILIKON DALAM ELEKTRONIKA

A. Teknologi Pembuatan Processor
1. Sand (Pasir)
Pasir, terutama Quartz, memiliki persentase tinggi dalam pembentukan Silicon dioksida (SiO2) dan merupakan bahan dasar untuk produksi semikonduktor.

2. Silikon Cair
Silikon dimurnikan dalam tahap berlapis untuk akhirnya nencapai kualitas produksi yang disebut Electronic Grade Silicon (EGS). EGS mungkin hanya mengandung sebuah atom asing setiap satu triliun atom Silikonnya. Pada gambar di bawah ini Anda bisa lihat bagaimana sebuah kristal besar tumbuh dari silikon cair yang dimurnikan. Hasilnya adalah kristal tunggal yang disebut Ingot.

Silikon cair – skala: level wafer (~300mm / 12 inch)
3. Kristal Silikon Tunggal – Ingot
Sebuah ingot dibuat dari Electronic Grade Silicon. Sebuah ingot memiliki berat sekitar 100 kilogram (220 pound) dan memiliki kemurnian Silicon 99.9999%.

Mono-crystal Silicon Ingot scale: wafer level (~300mm / 12 inch)

4. Pengirisan Ingot
Ingot kemudian diiris menjadi disc-disc silikon individual yang disebut wafer.

Ingot Slicing — scale: wafer level (~300mm / 12 inch)

5. Wafer
Wafer-wafer ini dipoles sedemikian rupa hingga tanpa cacat, dengan permukaan selembut kaca cermin. Process rumit 45nm High-K/Metal Gate oleh Intel menggunakan wafer dengan diameter 200 milimeter. Saat Intel mulai membuat chip-chip, perusahaan ini mencetak sirkuit-sirkuit di atas wafer 50 milimeter. Dan untuk saat ini menggunakan wafer 300mm, yang menghasilkan penghematan biaya per-chip.

Wafer — scale: wafer level (~300mm / 12 inch)

6. Mengaplikasikan Photo Resist
Cairan (warna biru) yang di tuangkan di atas wafer saat diputar adalah sebuah proses dari photo resist yang sama seperti yang kita kenal di film untuk fotografi. Wafer diputar selama tahap ini untuk membuatnya sangat tipis dan bahkan mengaplikasikan layer photo resist.

Applying Photo Resist — scale: wafer level (~300mm / 12 inch)

7. Exposure
Hasil dari photo resist diekspos ke sinar ultraviolet (UV. Reaksi kimianya ditrigger oleh tahap pada proses tersebut, sama dengan apa yang terjadi pada material film pada sebuah kamera saat Anda menekan tombol shutter.

Exposure — scale: wafer level (~300mm / 12 inch)
Hasil dari photo resist yang diekspos ke sinar UV akan bersifat dapat larut. Exposure diselesaikan menggunakan mask yang berfungsi seperti stensil dalam tahap proses ini. Saat digunakan dengan cahaya UV, mask membentuk pola-pola sirkuit yang bervariasi di atas tiap layer dari mikroprosesor. Sebuah lensa (di tengah) mengurangi image dari mask. Sehingga yang dicetak di atas wafer biasanya adalah empat kali lebih kecil secara linier daripada pola-pola dari mask.

8. Exposure
Meskipun biasanya ratusan mikroprosesor bisa dihasilkan dari sebuah wafer tunggal, cerita bergambar ini hanya akan fokus pada sebuah bagian kecil dari sebuah mikroprosesor, yaitu pada sebuah transistor atau bagian-bagiannya. Sebuah transistor berfungsi seperti sebuah switch, mengendalikan aliran arus listrik dalam sebuah chip komputer. Peneliti-peneliti di Intel telah mengembangkan transistor-transistor yang sangat kecil sehingga sekitar 30 juta transistor dapat diletakkan pas di kepala sebuah peniti.

Exposure — scale: transistor level (~50-200nm)

9. Membersihkan Photo Resist
Photo resist yang lengket dilarutkan sempurna oleh suatu pelarut. Proses ini meninggalkan sebuah pola dari photo resist yang dibuat oleh mask.

Washing off of Photo Resist scale: transistor level (~50-200nm)

10. Etching (Menggores)
Photo resist melindungi material yang seharusnya tidak boleh tergores. Material yang ditinggalkan akan digores (disketch) dengan bahan kimia.

Etching — scale: transistor level (~50-200nm)

11. Menghapus Photo Resist
Setelah proses Etching, photo resist dihilangkan dan bentuk yang diharapkan menjadi terlihat.

Removing Photo Resist — scale: transistor level (~50-200nm)

12. Mengaplikasikan Photo Resist
Terdapat photo resist (warna biru) diaplikasikan di sini, diekspos dan photo resist yang terekspos dibersihkan sebelum tahap berikutnya. Photo resist akan melindungi material yang seharusnya tidak tertanam ion-ion.

Applying Photo Resist — scale: transistor level (~50-200nm)

13. Penanaman Ion
Melalui seuatu proses yang dinamakan “ion implantation” (satu bentuk proses yang disebut doping), area-area wafer silikon yang diekspos dibombardir dengan “kotoran” kimia bervariasi yang disebut Ion-ion. Ion-ion ini ditanam dalam wafer silikon untuk mengubah silikon pada area ini dalam memperlakukan listrik. Ion-ion ditembakkan di atas permukaan wafer pada kecepatan tinggi. Suatu bidang listrik mempercepat ion-ion ini hingga kecepatan 300.000 km/jam.

Ion Implantation scale: transistor level (~50-200nm)

14. Menghilangkan Photo Resist
Setelah penanaman ion, photo resist dihilangkan dan material yang seharusnya di-doped (warna hijau) memiliki atom-atom asing yang sudah tertanam (perhatikan sekilas variasi warnanya).

15. Transistor yang Sudah Siap
Transistor ini sudah dekat pada proses akhirnya. Tiga lubang telah dibentuk (etching) di dalam layer insulasi (warna magenta) di atas transistor. Tiga lubang ini akan terisi dengan tembaga yang akan menghubungkannya ke transistor-transistor lainnya.

Ready Transistor — scale: transistor level (~50-200nm)

16. Electroplating
Wafer-wafer diletakkan ke sebuah solusi sulfat tembaga di tahap ini. Ion-ion tembaga ditanamkan di atas transistor melalui proses yang disebut electroplating. Ion-ion tembaga bergerak dari terminal positif (anoda) menuju terminal negatif (katoda) yang dipresentasikan oleh wafer.

Electroplating scale: transistor level (~50-200nm)

17. Tahap Setelah Electroplating
Pada permukaan wafer, ion-ion tembaga membentuk menjadi suatu lapisan tipis tembaga.

After Electroplating scale: transistor level (~50-200nm)

18. Pemolesan
Material ekses dari proses sebelumnya di hilangkan



Polishing — scale: transistor level (~50-200nm)

19. Lapisan Logam
Lapisan-lapisan metal dibentuk untuk interkoneksi (seperti kabel-kabel) di antara transistor-transistor. Bagaimana koneksi-koneksi itu tersambungkan ditentukan oleh tim desain dan arsitektur yang mengembangkan funsionalitas prosesor tertentu (misal Intel® Core™ i7 Processor). Sementara chip-chip komputer terlihat sangat flat, sesungguhnya didalamnya memiliki lebih dari 20 lapisan yang membentuk sirkuit yang kompleks. Jika Anda melihat pada pembesaran suatu chip, Anda akan menemukan jaringan yang ruwet dari baris-baris sirkuit dan transistor-transistor yang mirip sistem jalan raya berlapis di masa depan.

Metal Layers — scale: transistor level (six transistors combined ~500nm)

20. Testing Wafer
Bagian dari sebuah wafer yang sudah jadi ini diambil untuk dilakukan test fungsionalitasnya. Pada tahap test ini, pola-pola di masukkan ke dalam tiap chip dan respon dari chip tersebut dimonitor dan dibandingkan dengan daftar yang sudah ditetapkan.

Wafer Sort Test scale: die level (~10mm / ~0.5 inch)

21. Pengirisan Wafer
Wafer di iris-iris menjadi bagian-bagian yang disebut Die.

Wafer Slicing scale: wafer level (~300mm / 12 inch)

22. Memisahkan Die yang Gagal Befungsi
Die-die yang saat test pola merespon dengan benar akan diambil untuk tahap berikutnya. Discarding faulty Dies — scale: wafer level (~300mm / 12 inch)

Discarding faulty Dies scale: wafer level (~300mm / 12 inch)

23. Individual Die
Ini adalah die tunggal yang telah jadi pada tahap sebelumnya (pengirisan). Die yang terlihat di sini adalah die dari sebuah prosesor Intel® Core™ i7.

Individual Die scale: die level (~10mm / ~0.5 inch)

24. Packaging
Bagian dasar, die, dan heatspreader digabungkan menjadi sebuah prosesor yang lengkap. Bagian dasar berwarna hijau membentuk interface elektris dan mekanis bagi prosesor untuk berinteraksi dengan sistem komputer (PC). Heatspreader berwarna silver berfungsi sebagai pendingin (cooler) untuk menjaga suhu optimal bagi prosesor.

Packaging scale: package level (~20mm / ~1 inch)
25. Prosessor
Inilah prosesor yang sudah jadi (Intel® Core™ i7 Processor).

Sebuah mikroprosesor adalah suatu produk paling kompleks yang pernah dibuat di muka bumi. Faktanya, dibutuhkan ratusan langkah – hanya bagian-bagian paling penting saja yang ditampilkan pada artikel ini – yang dikerjakan di suatu lingkungan kerja terbersih di dunia, sebuah lab mikroprosesor.

26. Class Testing
Selama test terakhir ini, prosesor-prosesor akan ditest untuk key karakteristik mereka (diantaranya test pemakaian daya dan frekuensi maksimumnya)

Class Testing — scale: package level (~20mm / ~1 inch)
27. Binning
Berdasarkan hasil test dari class testing, prosesor dengan kapabilitas yang sama di kumpulkan pada transporting trays yang sama pula.

Binning — scale: package level (~20mm / ~1 inch)

28. Retail Package
Prosesor-prosesor yang telah siap dan lolos test akhirnya masuk jalur pemasaran dalam satu kemasan box.
s